div style="position: fixed; bottom: 0px; left: 10px;width:110px;height:160px;">
Widget Animasi

Rabu, 29 Januari 2020

ARTI NAMA WALI SONGO

Walisongo
Nama walisongo masih terkenang hingga saat ini di kalangan masyarakat luas. Julukan walisongo ini diberikan kepada 9 orang wali yang berjasa besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia pada zaman dahulu.  Wali songo terdiri dari dua kata yaitu wali dan songo, yang artinya wali adalah wakil dan songo adalah sembilan.
Menurut agama Islam adanya istilah waliyullah atau wali Allah mempunyai makna yang dekat dengan kekasih Allah. Oleh karena itu, secara bahasanya arti wali songo adalah sembilan wali Allah. Sembilan orang yang termasuk dalam wali songo dijuluki sebagai sunan yang berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Indonesia khususnya di tanah Jawa.

KAROMAH DAN KESAKTIAN SALAH SATU WALI SONGO

Walisongo
Setiap wali memiliki gaya dan cara yang unik untuk memikat hati para masyarakat, bangsawan, musuh dan lain sebagainya untuk memeluk Islam tanpa adanya paksaan sama sekali. Seperti halnya seorang Brahmana yang ingin menantang dengan mengadu keilmuannya dengan sunan Bonang. Namun saat di tengah perjalanan kapal yang di naiki oleh Brahmana dan muridnya tenggelam.
Hingga akhirnya sang Brahmana terdampar di pesisir laut pantai Tuban. Ketika mereka sadar ada seorang yang memakai jubah putih berjalan dan mendekatinya itu menancapkan tongkatnya, dan beberapa menit kemudian beliau mencabut tongkatnya tersebut kemudian keluar air dan membawa buku-buku Brahmana yang tenggelam.
Sementara itu, murid-murid sang Brahmana merasa kehausan. Hingga akhirnya murid-murid tersebut memandang air jernih yang terpancar tersebut untuk meminumnya, namun sang Brahmana khawatir air tersebut memabukkan, lalu yang terjadi adalah air tersebut sangat segar dan kemudian sang Brahmana ikut meminumnya.
Berbagai kejadian tersebut, hingga akhirnya sang Brahmana dan muridnya masuk Islam tanpa paksaan dengan sendirinya. Dan mereka menjadi murid sunan Bonang.

PENGARUH WALI SONGO DALAM BUDAYA NUSANTARA

Walisongo
Walisongo
Para walisongo tidak hidup persis secara bersamaan, namun hubungan mereka layaknya saudara, teman, guru dan murid, Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua, sunan Ampel merupakan putra dari Maulana Malik Ibrahim, sunan Giri yang juga merupakan keponakan dari Maulana Malik Ibrahim dan sepupu dengan sunan Ampel.
Sunan Bonang dan sunan Derajat merupakan putra dari sunan Ampel, sunan Kalijaga merupakan murid sekaligus teman dari sunan Bonang. Sunan Muria merupakan putra dan sunan Kalijaga, sunan Kudus merupakan murid dari sunan Kalijaga, dan sunan Gunung Jati merupakan sahabat dari para sunan lainnya, kecuali Maulana Malik Ibrahim karena lebih dahulu meninggal.
Mereka semua merupakan para pembaharu masyarakat pada masanya, mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru seperti halnya bercocok tanam, berdagang, kebudayaan, kesenian, kesehatan, kemasyarakatan hingga pemerintahan, meski demikian sebelum Islam masuk ke bumi Nusantara sudah banyak suku, bangsa, organisasi, sosial budaya, ekonomi yang berkembang.
Era Wali Songo merupakan era berakhirnya kerajaan Hindu-Budha dalam budaya Nusantara di gantikan dengan kebudayaan Islam. Saat itulah peranan walisongo sangat penting dalam menyebarluaskan Islam di tanah Jawa, beberapa metode yang di gunakan walisong adalah akulturasi Islam dengan adanya budaya-budaya lokal Nusantara saat itu.

PERAN WALISONGO DALAM MENYEBARLUASKAN AJARAN AGAMA ISLAM

Walisongo
Beberapa peran walisongo dalam menyebarkan ajaran agama Islam di antaranya adalah sebagai pelopor penyebar luasan agama Islam kepada masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran agama Islam di daerahnya masing-masing, sebagai pejuang yang gigih dalam membela dan mengembangkan agama Islam di masa hidupnya.
Sebagai orang yang ahli dalam bidang agama Islam, sebagai pemimimpin agama Islam di setiap daerah yang di pimpinnya, sebagai guru agama Islam yang gigih mengajarkan agama Islam kepada setiap muridnya, sebagai kyai yang menguasai ajaran Islam secara luas dan sebagai tokoh masyarakat yang disegani di masa hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar